Saturday, November 22, 2014

Skripsi PJKR Tahun 2014/2015


Dihalaman ini judulnya ane mau menjurnalkan Skripsi bikinan ane,,mudah-mudahan bermanfaat untuk dijadikan contoh judul Skripsi ente2 pade jhon..yuuu :D

Judulnya :
PERBANDINGAN PENGARUH LATIHAN TOLAKAN MENGGUNAKAN INCLEANED BOARD DAN PAPAN TOLAK DATAR TERHADAP HASIL PEMBELAJARAN LOMPAT JAUH GAYA JONGKOK

Latar Belakangnye,kenapa ane milih judul seperti diatas???
Jadi gini jhon,,Olahraga merupakan suatu bentuk pendidikan yang bertujuan mendidik setiap individu dan masyarakat,sepantasnya mendapat tempat yang wajar.Bahkan olahraga dapat dimanfaatkan sebagai alat untuk meningkatkan ketahanan nasional dalam menghadapi segala bentuk tantangan dan ancaman yang datang dari luar maupun dalam negeri. Untuk itu perlu dipikirkan suatu konsepsi untuk kelangsungan peranan olahraga dalam membina setiap warga negara untuk tidak hanya kuat fisik, mental, dan sosial saja tapijuga dituntut mampumenyesuaikan diri dalam pemanfaatan kemajuan ilmu dan tekhnologi.
Hakekat Olahraga adalah aktivitas otot-otot besar yang menggunakan energi untuk meningkatkan kualitas hidup, sebagaimana yang dikemukakan oleh Kosasih (1994:4) bahwa :
Sejak manusia lahir di dunia, ia berjuang untuk mempertahankan kehidupan yag wajar.Manusia harus berjuang untuk dapat hidup dari kekayaan alam dan dari usaha-usaha apa saja untuk dapat memenuhi syarat-syarat kehidupan.Untuk itu manusia memperkembangkan kekuatan fisik dan jasmani supaya badanya cukup kuat dan tenaganya cukup terlatih untuk melakukan perjuangan hidupnya.

Begitulah kira2 jhon penggalan latar belakangnye,baru sepenggal,,nanti ane lanjut lagi ye soalnye ane mau browsing kuliner dulu..maaf kalo ade saleh-saleh kate atau dalam penulisannye,,soalnye ini blog baru ane bikin,ane blenk buat gunain ini blog,,jadi kalau ente2 punya masukan tolong kasih tau ane ya jhon,,
wassalam

ARTIKEL KURIKULUM 2013

Kurikulum 2013 atau Pendidikan Berbasis Karakter adalah kurikulum baru yang dicetuskan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI untuk menggantikan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan. Kurikulum 2013 merupakan sebuah kurikulum yang mengutamakan pemahaman, skill, dan pendidikan berkarakter, siswa dituntut untuk paham atas materi, aktif dalam berdiskusi dan presentasi serta memiliki sopan santun disiplin yang tinggi. Kurikulum ini menggantikan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan yang diterapkan sejak 2006 lalu. Dalam Kurikulum 2013 mata pelajaran wajib diikuti oleh seluruh peserta didik di satu satuan pendidikan pada setiap satuan atau jenjang pendidikan.Mata pelajaran pilihan yang diikuti oleh peserta didik dipilih sesuai dengan pilihan mereka.Kedua kelompok mata pelajaran tersebut (wajib dan pilihan) terutama dikembangkan dalam struktur kurikulum pendidikan menengah (SMA dan SMK) sementara itu mengingat usia dan perkembangan psikologis peserta didik usia 7 – 15 tahun maka mata pelajaran pilihan belum diberikan untuk peserta didik SD dan SMP.
Sejak kurikulum ini mulai diuji-cobakan 15 Juli 2013 yang dilaksanakan pada sekolah piloting pada 6.236 sekolah di seluruh Indonesia. Sekolah yang telah melaksanakan Kurikulum 2013 berkisar 3,62% dan sekolah yang belum melaksanakan Kurikulum 2013 ialah 96%. Tahun 2014 pemerintah pun menerapkan kurikulum itu di setiap satuan pendidikan di Indonesia, mulai dari SD berjumlah 116.000, SMP berjumlah 35.000, sampai ke sekolah menengah atas (SMA/SMK/MA) yang lebih dari 16. 000 sekolah.
Pelaksanaan Kurikulum 2013 pada sekolah piloting satu tahun berjalan masih menimbulkan permasalahan. Betapa banyak peserta didik yang hebat mengunduh informasi dari dunia maya, tetapi mereka tidak mampu menuliskan dan mengunggahnya. Setelah informasi diperoleh, peserta didik pun kesulitan menyampaikannya secara ilmiah. Akankah kita biarkan peserta didik yang tidak pandai menulis dan tidak tidak mampu berbicara ini?
Guru masa depan diharapkan piawai membelajarkan siswa melalui sayap menulis dan berbicara agar Kurikulum 2013 tidak tinggal nama. Implementasi pendekatan saintifk Kurikulum 2013 telah mengisyaratkan kemampuan itu melalui Permendiknas 81 A Tahun 2013. Guru yang tidak mau meng-upgrade diri akan ditinggalkan zaman atau zaman yang akan meninggalkan mereka. Akan berartikah di mata peserta didik jika tidak mampu menulis dan tidak cakap menyampaikan ide secara baik dan benar?
Pendekataan saintifik telah digadang-gadang Kurikulum 2013 bermuara pada kedua kemampuan penopang kemampuan peserta didik dalam hal menulis dan berbicara. Untuk mengomunikasikan keilmuannya, media elektronik internet dapat dijadikan guru sebagai fasilitas langsung peserta didik untuk mewarnai pembelajaran. Sebutlah pada tataran pengamatan, pertanyaan, dan penalaran yang baik dapat diakses kapan saja oleh peserta didik. Muaranya ialah peserta didik harus mampu menulis dan hebat berbicara secara ilmiah.
Pengambil kebijakan dan kepala sekolah patut merencanakan sederetan program yang dibutuhkan guru dan peserta didik secara nyata. Terbatasnya model belajar, strategi, dan metode pembelajaran guru dinyatakan pemicu lambatnya percepatan pelaksanaan Kurikulum 2013 di sekolah.
Guru hebat akan membelajarkan peserta didiknya. Pelaksanaan penilaian autentik dengan segala formatnya dirasa rumit sehingga menjadikan guru pasrah, tetapi tak rela karena guru masih mencari format yang tepat.
Ketika seminar dan ceramah-ceramah tidak mangkus lagi mendongkrak mutu belajar, saatnya pengambil kebijakan mengiringinya dengan program supervisi yang jelas, tegas, dan berkelanjutan.
Guru terpilih dengan sebutan guru master atau guru inti pada Kurikulum 2013 masih berada pada titik lembam. Nyaris tak bergerak atau tidak digerakkan dengan program dan dana yang menggiringinya. Akibatnya siswa “mabuk” dengan label Kurikulum 2013, sedangkan proses pembelajaran masih seperti “taralah” juga.
Guru masa depan tidak akan mengebiri perkembangan peserta didiknya. Didiklah peserta didik sesuai zamannya. Ungkapan ini merupakan cimeti guru untuk berubah ke arah lebih baik. Alangkah tak elok apabila masih ada guru yang mencari pembenaran diri, seraya berkata, “Dulu saya menggajar seperti ini juga, banyak peserta didik yang berhasil” mereka ‘jadi orang’ juga. Pernyataan ini sudah tak zaman lagi. Faktor guru masih dijadikan sorotan utama dalam mengaplikasikan kurikulum ini.
Perubahan kurikulum akan menimbulkan penyempunaan cara belajar. Peserta didik berharap banyak pada guru sambil berusaha keras untuk menunggu perubahan yang berarti. Mereka ingin menjadi orang hebat, sedangkan program model pembelajaran guru untuk mengaplikasikan pendekatan saintifik Kurikulum 2013 masih belum kokoh bagi guru. Peserta didik menunggu penyempurnaan pembelajaran dari pemerintah. Inovatif guru sangat dinanti. Model pembelajaran yang menyenangkan sangat mereka tunggu. Permendikbud Nomor 54 Tahun 2013 tegas menyatakan esensi perubahan Kurikulum 2013 tentang standar kompetensi lulusan (SKL) yang bermuara pada kriteria kualifikasi sikap, kemampuan, dan keterampilan. Pendekatan awal pengamatan dapat dilakukan peserta didik dengan melihat, membaca, mendengar/menyimak.
Keterampilan bertanya pun perlu dimiliki guru untuk memancing peserta didik mengembangkan diri sambil mengasah daya nalar yang diukur dengan penilaian autentik.
Permendikbud Nomor 66 Tahun 2013 yang berisi tentang standar penilaian menuntut adanya format yang harus disiapkan guru. Sementara orang tua peserta didik saat menerima rapor tidak paham sepenuhnya dengan nilai rapor anaknya.
Selain tuntutan aturan, guru sulit memberi alasan kepada orang tua peserta didik yang menanyakan alasan sekolah mengkonversi nilai dari puluhan sampai 100 hingga diubah menjadi nilai A, B, C, dan D.
Keterampilan berbicara ilmiah dan melahirkan ide yang jelas sumbernya sangat penting dimiliki peserta didik adar mereka bertanggungjawab, dan bekerja menurut prosedurnya.
Ketidakmampuan peserta didik menulis dan berbicara secara ilmiah akan berdampak nyata pada pembelajaran untuk menyelesaiakan masalah fenomena kehidupan.
Di sini peran guru memfungsikan kelas sebagai miniatur kehidupan nyata dengan memanfaatkan berbagai sumber media cetak, elektronik, internet, dan teknologi di sekolah.
Guru profesional seharusnya memiliki kapasitas yang memadai untuk melakukan tugas membimbing, membina, dan mengarahkan kemampuan maksimal peserta didik belum terbiasa dengan teknologi dan menggunakan berbagai aplikasi teknologi.
Peran guru sangat penting dan strategis, terutama dalam memberikan bimbingan, dorongan, semangat, dan fasilitas kepada peserta didik.
Penguasaan terhadap iptek memang harus diiringi pemahaman etika. Sikap yang baik akan melahirkan peserta didik yang mampu memanfaatkan teknologi untuk kemajuan dirinya. Dengan demikian, peserta didik akan mampu mengembangkan kapasitasnya diri mereka hingga menjadi pribadi kuat, ulet, kreatif, disiplin, dan berprestasi, sehingga tidak menjadi korban dan tertindas oleh zaman.
Peran pendidikan sangatlah penting untuk meningkatkan harkat dan martabat suatu masyarakat dan bangsa. Melalui Kurikulum 2013 bangsa akan kuat dan memiliki kemampuan bersaing dengan bangsa lain. Kurikulum 2013 menghendaki karakteristik masyarakat pada abad 21 mampu menghadapi tantangan melalui pembelajaran. Di sini nyali guru akan teruji untuk menyongsong tantangan.
Guru profesional yang berada pada masyarakat abad 21 dengan mudah mengakses informasi lewat dunia maya dimimpikan mengangkat fenomena rendahnya mutu pendiidkan. Guru yang profesional akan membelajarkan peserta didik untuk memiliki ilmu pengetahuan, teknologi, berprestasi, dan beretika.
Tantangan bagi guru profesional menghadapi globalisasi adalah membelajarkan peserta didik sesuai zamannya berbingkai ilmu pengetahuan dan teknologi untuk menanamkan sikap disiplin, kreatif, inovatif, dan kompetitif melalui pendekatan saintifik Kurikulum 2013. Orang tua peserta didik diharapkan ambil bagian pula bersama komite untuk menopang percepatan dan kecepatan kemajuan pendidikan.
Kurikulum 2013 sesuai yang digembar-gemborkan sebe­lumnya, diharapkan dapat memberikan harapan baru dalam me­wujudkan pendidikan Indonesia yang maju, mandiri, dan dapat berdiri tegak di hadapan bangsa-bangsa lainnya. Semoga.
Sumber :
Wikipedia.org

Friday, November 21, 2014

History Of Pancasila ( untuk Bahan Ajar SMP ) Mapel PKn


contoh SK Kepala Perpustakaan Sekolah



SURAT  KEPUTUSAN
KEPALA SEKOLAH MENENGAH PERTAMA NEGERI ...................
Nomor : 424/362-......../2013
T E N T A N G

PENUGASAN SEBAGAI KEPALA PERPUSTAKAAN SEKOLAH

KEPALA SEKOLAH MENENGAH PERTAMA NEGERI ..................

Menimbang                 :  Bahwa dalam rangka  memperlancar  Pelaksanaan  Proses  Belajar  Mengajar  di 
SMP Negeri ............. pada  Semester  Ganjil  Tahun  Pelajaran  2013/2014
perlu menetapkan Kepala Perpustakaan Sekolah.

Mengingat                   : 1. Undang–undang Nomor 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional.
  2. Undang – undang nomor 32 Tahun 2003 Tentang Pemerintah Daerah.
3. Peraturan   Pemerintah   Nomor  19   Tahun   2005  tentang  Standar  Nasional
Pendidikan.
4. Peraturan   Menteri  Pendidikan   Nasional   Nomor   22  Tahun  2006  tentang
Standar Isi.            
  5. Peraturan   Menteri   Pendidikan   Nasional   Nomor   23   Tahun 2006 tentang
Standar Kompetensi Lulusan untuk Satuan Pendidikan Dasar Menengah.
6. Peraturan    Menteri   Pendidikan   Nasional   Nomor  20  tahun  2007  tentang
Standar Penilaian Pendidikan.

Memperhatikan           : Hasil rapat dengan Dewan Guru pada tanggal 6 Juli 2013.

M E M U T U S K A N
Menetapkan                :
Pertama                       :  Memberi tugas kepada Drs. ........................., NIP. .........................................., 
                                       Pangkat Penata Muda TK. I, III/b, sebagai Kepala Perpustakaan Sekolah.
Kedua                         :  Segala  Biaya  yang  timbul  akibat Keputusan ini dibebankan  kepada  anggaran 
yang  sesuai.
Ketiga                         :  Apabila terdapat kekeliruan dalam keputusan  ini  akan diperbaiki  sebagaimana
mestinya.
Keempat                      :  Keputusan ini mulai berlaku sejak tanggal ditetapkan.



Ditetapkan di         :.........................
Pada tanggal           : 21 Agustus 2013
                                                                                                           
                                                                                                      Kepala Sekolah,




                                                                                                      Drs. ..............................,.        NIP..............................


Tembusan disampaikan kepada :
1.       Yth. Bapak Bupati........................
2.       Yth. Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten....................
3.       Arsip